Jazeed – Rasa?

Penyanyi/penulis lagu solois pop soul muda serta produser lagunya sendiri hadir dalam musik Indonesia. Meskipun hanya sebuah EP (mini-album), album ini berisi total empat lagu – satu lagu lebih tepat disebut sebagai intro. Tapi untuk pendengar musik yang santai, materi dari Jazeed, Rasa? Ini jelas di tempat untuk menarik perhatian.

Rasa mini album? dirilis Februari lalu dan melengkapi tiga single yang sebelumnya dirilis pada 2020 dan 2021. Ditambah single kolaborasi di album kompilasi tahun lalu Pop Dikota (2021). Ada perubahan menarik dalam mendengarkan Jazeed sejak berpartisipasi dalam album kompilasi ini dalam rangka memperingati 10 tahun berdirinya SRM. Karena di mini album Rasa? Perpaduan musik urban pop santai dengan sentuhan soul dan musik R&B yang dibawakan Jazeed terdengar lebih dewasa.

Meski hanya EP (mini album), tapi untuk pendengar musik yang santai, materi Jazeed, rasa? Ini jelas di tempat untuk menarik perhatian.
Dibuka dengan intro “Saillin'” yang lembut, lagu tersebut langsung masuk ke menu utama album. Satu demi satu mengikuti “Waktu”, yang seolah mengajakmu pergi, lalu berlanjut dengan “Tanda Tanya” dan ditutup dengan “Rasa?”. Dominasi musik yang dibalut alunan berat yang tak ingin menari namun terlalu nyaman, jelas menjadi menu utamanya, Rasa?.

Kekuatan musik Jazeed dengan santai menonjol di sini. Stok paduan suara yang catchy di setiap lagu, musik yang nyaman dengan riff dan melodi gitar yang lembut, juga pilihan vokal tamu yang tepat. Dari duet pas Jazeed dengan Alya Syahrani di “Tanda Tanya”, hingga menyisipkan ad lib ke dalam kata-kata Ade Paloh yang menggugah penyanyi disko/funk Barry White, keduanya tampak berhasil.

Namun, salah satu pekerjaan rumah terberat Jazzed adalah mencoba membedakan dirinya dari barisan penyanyi solo pria saat ini, serta musik pop urban yang menjamur dan terdengar serupa akhir-akhir ini.
Ending yang terlalu cepat menjadi salah satu kekurangan yang langsung terasa pada album berdurasi 15 menit ini. Yang sebenarnya tidak mengejutkan. Karena di era streaming, ratusan single baru dirilis setiap minggu, yang membuat umur lagu menjadi lebih pendek. Jadi kehadiran full album yang berdurasi hampir 60 menit ini tentu tidak terasa mendesak. Saya kira alasan album ini gagal adalah karena itu.

Namun, salah satu pekerjaan rumah terberat Jazzed adalah membedakan dirinya dari barisan penyanyi solo pria saat ini, serta musik pop urban yang menjamur dan terdengar serupa belakangan ini. Karena sebagai referensi, nama-nama musisi hebat yang menjadi referensi jelas menarik. Oleh Stevie Wonder, J-Dilla, Musiq Soulchild, John Mayer dan Utha Likumahuwa.

Berbagai pengaruh musik hitam terbukti menarik. Beberapa elemen rasa? mengingatkan begitu-dan-begitu, itu. Namun dengan modal stok lagu yang sudah bagus dan kemampuan menghasilkan lagu sendiri, karakter Jazeed dengan Rasa? jelas menjanjikan.

Bisakah kita berharap untuk album penuh dari sini?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.