10 Jurnalis Musik Favorit, Adakah Pilihanmu?

Jurnalis Musik Favorit

Sosok jurnalis musik merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari eksistensi industri musik secara keseluruhan. Apa jadinya seorang musisi dan karya musiknya tanpa peran seorang jurnalis musik? Ini dia jurnalis musik favorit.

Jurnalisme musik berkembang dari zaman ke zaman mengikuti teknologi. Dari era media cetak hingga saat ini, jurnalisme musik telah menemukan bentuk dan ruang baru, mulai dari website hingga podcast. Para pelaku juga mengalami regenerasi. Umumnya berasal dari latar belakang sebagai jurnalis/penulis cetak atau penyiar radio, banyak yang memasuki ruang podcast dan mengangkat acara mereka sendiri di seluruh media.

Dalam rangka Hari Kebebasan Pers Sedunia, Pophariini mengumpulkan 10 nama jurnalis musik favorit Popharini yang namanya patut didengar.

Jurnalis Musik Favorit – Shindu Alpito

Saat ini, nama Shindu Alpito tidak dapat dipisahkan dari dunia jurnalistik. Selain jurnalis dan fotografer di website Rolling Stone Indonesia, liputan musiknya juga sering ditemukan di metrotvnews.com. Hari ini, Shindu, yang bekerja sebagai manajer konten MedCom, membawa jurnalisme terbaru melalui Shindu’s Scoop, sebuah vlog/podcast yang menampilkan wawancara dengan banyak nama besar industri musik.

Jurnalis Musik Favorit – Teguh Wicaksono

Teguh Wicaksono adalah jurnalis dan penggila musik yang luar biasa. Salah satu karyanya adalah Archipelago Festival, sebuah festival musik dan diskusi yang digagasnya pada 2018. Ketertarikannya pada jurnalisme membuatnya menulis untuk Jakarta Post dan Rolling Stone Indonesia. Sounds From The Corner adalah salah satu produk jurnalistik terbaru dari video arsip panggung hingga forum diskusi yang enak didengar.

Jurnalis Musik Favorit – Rio Tantomo

Rio bukanlah nama baru di industri musik. Memulai karir jurnalistiknya di Guitar Plus dan kemudian Trax Magazine, tulisannya berkembang dari jurnalisme umum hingga ia menemukan gaya gonzo yang selama 10 tahun terakhir tidak banyak digunakan dalam jurnalisme. Saat ini, produk jurnalistiknya termasuk dalam seri podcast Rock Nation yang ia dirikan bersama.

Jurnalis Musik Favorit – Pramedya Nataprawira

Pram memulai karir jurnalistiknya sebagai jurnalis di Rolling Stone Indonesia dan bersinar ketika mendirikan Agordiclub, sebuah media musik independen yang menampung Agordipod Siniar Group (Agordiclub Podcast) dengan berbagai program yaitu Panggung Panggung, SVVARA, Melabur dan List7 yang layak didengar. Terlepas dari kenyataan pahit Agordiclub harus absen, karir Pram tidak berhenti. Saat ini ia masih aktif membantu Sounds From The Corner bersama Teguh di ruang diskusi media sosial.

Jurnalis Musik Favorit – Nuran Wibisono

Buku Nice Boys Don’t Write Rock N Roll membawa nama Nuran ke kancah jurnalistik musik. Buku yang telah dicetak ulang sebanyak lima kali ini menyuguhkan musik rock ‘n’ roll karya Nuran yang sebagian diterbitkan saat ia aktif di website Jakarta Beat. Kini redaktur Tirto.id melanjutkan perjalanan bermusiknya di sini dan juga aktif menulis di media lain.

Jurnalis Musik Favorit – Marcel Thee

Sama seperti Rio Tantomo, meski bukan nama baru di kancah jurnalistik musik, Marcel layak masuk dalam daftar ini. Jurnalis dan penulis yang menulis tentang musik, budaya, gaya hidup dan lain-lain ini akrab dengan Jakarta Globe, Rolling Stone, VICE hingga saat ini menjadi Pemimpin Redaksi Jakarta Post. Dilihat dari sejarah tulisannya, jurnalis yang juga seorang musisi di berbagai proyek musik termasuk Sajama Cut ini memiliki sudut pandang yang menarik dalam mengulas musik.

Jurnalis Musik Favorit – Raka Ibrahim

Bisa dibilang jurnalisme musik menemukan bumbunya ketika jurnalis Raka Ibrahim mengemuka, khususnya melalui Ruang Journal. Tulisan-tulisannya yang kritis terhadap musik telah menjadi cermin bagi eksistensi karya musik dan musisi selama 5 tahun terakhir. Perspektifnya menarik karena ia tidak hanya menulis tentang musik tetapi juga mengeksplorasi dirinya melalui tulisan-tulisan politik dan budaya yang diterbitkan di berbagai media. Pada tahun 2021 kami menemukan liriknya di kolom khusus di Coils.

Jurnalis Musik Favorit – Aris Setyawan

Kekuatan Aris sebagai jurnalis adalah tulisannya berakar pada perspektif budaya, mengingat latar belakang pendidikannya adalah Sarjana Etnomusikologi dari ISI (Institut Seni Indonesia). Aris adalah Pemimpin Redaksi situs web seni dan budaya, Serunai.co. Dia dan editornya banyak mengulas di sana, termasuk musik. Ia pernah menulis di banyak media mulai dari Jakarta Post, Koran Kompas, Kedaulatan Rakyat, Jurnal Luar Angkasa dan masih banyak lagi. Karir menulisnya dituntaskan dengan tiga buku yang telah ditulisnya, yaitu Pias: Kumpulan Tulisan Seni dan Budaya dan Negeri Ajaib: Memoar dari Yogyakarta Selatan dan Aubade: Kumpulan Tulisan Musik.

Jurnalis Musik Favorit – Ryan Pelor

Farid Amriansyah atau akrab disapa Rian Pelor adalah salah satu contoh perpaduan yang baik antara jurnalis dan musisi. Karirnya sebagai penyanyi band membuat tulisannya sebagai jurnalis di majalah Trax semakin mendalam karena dia bisa menulis dari sudut pandang musisi. Hal itu ia bawa hingga saat ini saat menjadi jurnalis di Play FM, salah satu radio swasta di Palembang. Di sana ia menjadi pembawa acara Play Out Loud, yang meliput nama-nama besar dalam musik rock serta wawancara dengan musisi lokal.

Jurnalis Musik Favorit – Eka Annasch

Selain Rian Pelor, sosok Eka Annash merupakan nama yang patut diperhitungkan dalam dunia jurnalistik musik. Pria yang juga aktif di band The Brandals ini memulai karirnya sebagai jurnalis radio di MTV Sky dan beberapa stasiun radio dan kini mendirikan Diskas Media, sebuah media online yang berfokus pada video podcast. Bersama Diskas, ia aktif mengulas nama-nama penting dalam musik Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.