Kisah negeri Syam tentang fitrah cinta

negeri Syam

Penyanyi solo Samarinda Muhammad Al Kadri yang dikenal dengan nama panggung Negeri Syam baru saja merilis single baru berjudul “Setiga”.

Sebuah cerita tentang cinta yang berpusat pada ekspresinya adalah tema yang disampaikan oleh solois pada “Atiga”, namun ada harapan bagaimana single ini akan menjadi wahana refleksi bagi pendengarnya.

“Menurut saya, cinta itu tentang keikhlasan, memiliki juga tentang ditinggalkan. Pemahaman ini muncul setelah berbagai upaya dan doa yang telah dilakukan untuk mencapai harapan dan cita-cita dari apa yang diharapkan sebelumnya,” kata negara Syam, seperti dikutip dalam siaran pers.

“Pertiga” sendiri hadir dengan nuansa yang bisa dikatakan erat kaitannya dengan lagu religi di Indonesia. Penggerak instrumen khas musik Timur Tengah, harmonisasi vokal yang hadir di beberapa bagian, penyisipan dawai dan iringan nada-nada yang menyejukkan disertai untaian lirik renungan tentang hakikat cinta dan tentu saja karakter vokal negara Syam genap.

Beberapa musisi lain juga hadir di belakang layar, antara lain Ardy Christian (gitar), Andry Putra Persada (gitar), Benny Al-Imran (bass), M. Fazhar Adha (keyboard, perkusi, string) dan Muhammad Farand (drum). . .

“Semoga lagu ini bisa menjadi wahana refleksi bagi kita manusia yang tidak bisa lepas dari fitrah cinta,” tutupnya.

Jika dimundurkan menjadi satu tahun, Negeri Syam juga telah merilis beberapa single lainnya seperti “Monyet dan Babi” pada Maret 2021 dan “Tetangga” yang dirilis pada Juli tahun yang sama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *